This article image is not available at the moment.
Iraola Berjanji Kembalikan Gaya 'Heavy Metal' Liverpool
Liverpool - Andoni Iraola telah resmi diangkat sebagai pelatih baru Liverpool. Pria berusia 43 tahun ini berkomitmen untuk mengembalikan permainan agresif dan intensitas tinggi yang menjadi ciri khas The Reds. Pengumuman resmi mengenai pelantikan Iraola sebagai pelatih Liverpool terjadi pada hari Jumat (5/6/2026), dengan kontrak yang berlaku hingga tahun 2028. Sebelum bergabung dengan Liverpool, Iraola melatih Bournemouth, di mana ia berhasil mengubah tim tersebut menjadi kuda hitam di Premier League. Iraola menggantikan Arne Slot, yang dipecat oleh manajemen klub. Pelatih asal Belanda itu dianggap telah kehilangan gaya permainan **heavy metal**, yang ditandai dengan pressing ketat dan serangan balik yang cepat, yang sebelumnya diterapkan oleh Virgil van Dijk dan rekan-rekannya. Andoni Iraola bertekad untuk mengembalikan gaya permainan tersebut di Liverpool. Ia percaya bahwa pengalaman yang didapatnya selama tiga tahun di Bournemouth telah membuktikan kemampuannya. "Saya merasa memiliki keunggulan karena telah tiga tahun berkompetisi di Liga Premier dan orang-orang pasti sudah melihat bagaimana permainan Bournemouth. Tentu ada beberapa aspek yang perlu kami sesuaikan saat melatih Liverpool. "Namun, saya tidak ingin kehilangan identitas kami, seperti intensitas, agresivitas, dan organisasi, yang selalu ingin saya terapkan dalam tim saya." "Tentu saja, Anda harus beradaptasi dengan pemain yang ada dan setiap klub memiliki karakteristik yang berbeda. Namun, ada prinsip dasar yang saya rasa juga sejalan dengan apa yang telah dilakukan Liverpool selama bertahun-tahun, sehingga saya yakin kami dapat membuatnya berhasil," ungkap Andoni Iraola. Saksikan Live DetikPagi:
This article image is not available at the moment.
Apakah Cody Gakpo Akan Menyusul Arne Slot Keluar dari Liverpool?
Liverpool - Meskipun baru-baru ini memperpanjang kontraknya, Cody Gakpo kini dihadapkan pada rumor mengenai kepindahannya. Diketahui bahwa Gakpo berkeinginan untuk mengikuti jejak Arne Slot dan meninggalkan Liverpool. Pada akhir pekan lalu, Liverpool mengumumkan perpisahan dengan Slot setelah dua musim bersama. The Reds telah menyiapkan pengganti untuk manajer asal Belanda tersebut, yaitu Andoni Iraola, yang sukses menangani Bournemouth di musim lalu. Iraola dilaporkan telah menyetujui kontrak selama dua tahun dengan Liverpool dan kabarnya akan diumumkan secara resmi dalam waktu dekat. Menurut ESPN, salah satu fokus utama transfer Iraola adalah memperkuat lini serang, khususnya di posisi sayap. Pemain seperti Bradley Barcola (Paris Saint-Germain), Jarrod Bowen (West Ham), dan Yan Diomande (RB Leipzig) dikaitkan dengan kemungkinan pindah ke Anfield musim panas ini. Namun, media Belanda SoccerNews.nl melaporkan bahwa Cody Gakpo telah memutuskan untuk meninggalkan Merseyside setelah kepergian Arne Slot. Gakpo dilaporkan tidak melihat masa depannya di Liverpool tanpa kehadiran kompatriotnya tersebut, meskipun ia telah menandatangani kontrak baru yang mengikatnya hingga 2030. Sebagaimana diketahui, Gakpo adalah pemain yang paling diandalkan oleh Arne Slot pada musim lalu. Pemain berusia 27 tahun ini mencatatkan 41 kali start dari total 52 penampilan di semua kompetisi. Di Liga Inggris, Gakpo menjadi starter dalam 32 dari 36 pertandingan yang dijalani. Saksikan Live DetikPagi:
This article image is not available at the moment.
4 Fakta Menarik tentang Skuad Piala Dunia 2026: Pemain Termuda, Tertua, dan Persib
Jakarta - FIFA telah mengumumkan skuad yang terdaftar untuk negara-negara yang berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026. Siapa yang menjadi pemain termuda dan tertua? Ada juga beberapa fakta menarik lainnya. Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026. Upacara pembukaan akan diadakan di Stadion Azteca, Mexico City, pada 12 Juni 2026 pagi WIB. Pertandingan pembuka akan mempertemukan Timnas Meksiko melawan Timnas Afrika Selatan. Sebanyak 1.248 pemain telah terdaftar di FIFA untuk berpartisipasi. Berikut adalah data dan fakta mengenai skuad negara-negara yang ikut serta dalam Piala Dunia 2026. 4 Fakta Menarik Skuad Piala Dunia 2026 1. Pemain Enam Piala Dunia Tiga pemain akan mencatatkan sejarah dengan bermain di enam Piala Dunia. Mereka adalah Cristiano Ronaldo (Portugal), Lionel Messi (Argentina), dan Guillermo Ochoa (Meksiko). 2. Pemain Tertua dan Termuda Craig Gordon menjadi pemain tertua di Piala Dunia 2026. Kiper asal Skotlandia ini berusia 43 tahun dan 162 hari saat bertanding di ajang bergengsi ini. Di sisi lain, Gilberto Mora dari Meksiko menjadi pemain termuda di Piala Dunia 2026, dengan usia 17 tahun dan 240 hari. Secara keseluruhan, ada 22 pemain yang berusia di bawah 20 tahun yang berpartisipasi. Sementara itu, terdapat tujuh pemain berusia 40 tahun atau lebih. 3. Ratusan Debutan Piala Dunia Dari 1.248 pemain yang berpartisipasi, 357 di antaranya telah berpengalaman bermain di Piala Dunia sebelumnya, sedangkan 891 lainnya adalah debutan. 4. Asal Klub Sebanyak 449 klub telah mengirimkan pemain untuk tim nasional yang bertanding di Piala Dunia 2026, berasal dari 71 negara. Dari Indonesia, satu klub, Persib Bandung, mengirimkan wakilnya ke Piala Dunia 2026. Frans Putros akan membela Timnas Irak dalam turnamen ini.
This article image is not available at the moment.
Manajer Baru di Liga Inggris: Mikel Arteta, Sang Pemenang Trofi
Jakarta - Pep Guardiola dan Arne Slot telah meninggalkan posisi mereka. Liga Inggris kini memasuki fase baru dengan Mikel Arteta sebagai satu-satunya manajer baru yang berhasil meraih gelar juara! Pep Guardiola mengakhiri masa jabatannya di Manchester City setelah sepuluh tahun, di mana ia berhasil mengantongi enam gelar Liga Inggris. Sementara itu, Arne Slot hanya bertahan selama dua musim di Liverpool. Di musim pertamanya, ia berhasil meraih trofi Liga Inggris, namun gagal di musim berikutnya. Dengan demikian, dari 20 tim yang akan berkompetisi di Liga Inggris musim 2026/27, hanya Mikel Arteta, manajer Arsenal, yang pernah meraih trofi! Arteta kini dihadapkan pada tantangan baru untuk mempertahankan gelar juara. Arsenal dilaporkan juga berencana untuk memperkuat skuad mereka di bursa transfer. Arteta berhasil membawa Meriam London meraih gelar juara setelah menunggu selama 22 tahun. Sebelumnya, mereka selalu finis sebagai runner-up dalam tiga edisi terakhir. Menariknya, Arteta menjadi orang kedua yang pernah bermain di Liga Inggris dan kemudian menjadi manajer yang sukses meraih trofi. Ia pernah bermain untuk Everton dan Arsenal. Sebelumnya, Roberto Mancini juga mencatatkan prestasi serupa setelah bermain di Leicester City dan kemudian menang bersama Manchester City. Arsenal adalah pemenang Liga Inggris 2025/26 (Foto: REUTERS/Isabel Infantes) Saat ini, Manchester City sedang mencari manajer baru, dan nama Enzo Maresca sering disebut-sebut. Maresca sebelumnya adalah asisten Pep Guardiola. Maresca berhasil meraih sukses di Chelsea antara 2024-2026, dengan meraih gelar UEFA Conference League dan Piala Dunia Antarklub. Di sisi lain, Chelsea kini dipimpin oleh Xabi Alonso. Alonso telah sukses di Bundesliga bersama Leverkusen, meskipun sempat mengalami kesulitan di Real Madrid. Liverpool sedang mendekati Andoni Iraola, yang sebelumnya sukses membawa Bournemouth bertahan di Liga Inggris dan lolos ke kompetisi Eropa musim depan. Manchester United kini ditangani oleh Michael Carrick, yang berhasil membawa Setan Merah finis di posisi ketiga pada paruh kedua musim 2025/26 dan akan berlaga di Liga Champions musim depan. Sementara itu, Roberto De Zerbi berhasil membawa Tottenham terhindar dari degradasi. Apakah Spurs akan mampu bersaing di papan atas musim depan? Unai Emery, manajer Aston Villa, juga patut diperhitungkan. Emery sukses membawa Villa meraih gelar Liga Europa di musim 2025/26. Menarik untuk dinantikan bagaimana persaingan di papan atas Premier League musim depan. Era dominasi Pep Guardiola tampaknya telah berakhir, dan kita akan melihat apakah manajer baru dapat menunjukkan kemampuan mereka. Oh ya, rata-rata usia Arteta, Maresca, Alonso, Iraola, Carrick, dan De Zerbi berada di kisaran 40-an tahun. Mereka adalah generasi muda yang menjanjikan!
This article image is not available at the moment.
9 Pemain yang Meraih Gelar Liga Champions dan Piala Dunia dalam Satu Musim
Jakarta - Memenangkan Liga Champions adalah pencapaian yang sangat luar biasa bagi seorang pemain sepak bola. Begitu juga dengan mengangkat trofi Piala Dunia. Namun, hanya sedikit pemain yang berhasil meraih kedua gelar bergengsi tersebut dalam satu musim yang sama. Sepanjang sejarah, tercatat di situs resmi Liga Champions, hanya sembilan pemain yang berhasil memenangkan final European Cup/UEFA Champions League dan final Piala Dunia dalam satu musim. Untuk bisa masuk dalam daftar ini, seorang pemain harus berpartisipasi dalam kedua final yang berakhir dengan kemenangan. Dominasi Bayern dan Jerman Barat Dari sembilan pemain tersebut, enam di antaranya mencapainya secara bersamaan pada tahun 1974, saat Liga Champions masih menggunakan nama dan format lamanya. Pada saat itu, Bayern Munich berhasil menjuarai European Cup untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Atletico Madrid. Tujuh minggu kemudian, enam pemain Bayern kembali meraih sukses bersama Timnas Jerman Barat dengan mengalahkan Belanda di final Piala Dunia 1974. Menariknya, baik Bayern maupun Jerman Barat sempat tertinggal sebelum akhirnya berhasil membalikkan keadaan dan menjadi juara. Enam pemain yang termasuk dalam daftar elite tersebut adalah: Sepp Maier Paul Breitner Hans-Georg Schwarzenbeck Franz Beckenbauer Gerd Müller Uli Hoeness Real Madrid Menyusul Setelah dominasi Bayern dan Jerman Barat, hanya tiga pemain lainnya yang berhasil mengulangi pencapaian tersebut. Menariknya, ketiga pemain ini semuanya merupakan bagian dari Real Madrid saat menjuarai Liga Champions. Pemain pertama adalah Christian Karembeu yang meraih Liga Champions bersama Real Madrid dan Piala Dunia bersama Prancis pada tahun 1998. Empat tahun kemudian, Roberto Carlos melakukan hal yang sama setelah membantu Real Madrid dan Timnas Brasil menjadi juara pada tahun 2002. Nama terakhir yang masuk dalam daftar adalah Raphael Varane. Bek asal Prancis ini menjuarai Liga Champions bersama Real Madrid dan mengangkat trofi Piala Dunia 2018 bersama Les Bleus. Pemain yang Hampir Masuk Daftar Beberapa pemain sebenarnya hampir bergabung dalam klub elite tersebut. Sami Khedira hampir melakukannya pada tahun 2014 setelah menjuarai Liga Champions bersama Real Madrid. Namun, cedera saat pemanasan membuatnya tidak bisa tampil ketika Jerman mengalahkan Argentina di final Piala Dunia. Kasus serupa juga dialami oleh Julian Alvarez pada musim 2022/2023. Penyerang Argentina ini sudah menjuarai Piala Dunia 2022 bersama Albiceleste. Namun, ia tidak dimainkan saat Manchester City mengalahkan Inter Milan di final Liga Champions, sehingga gagal memenuhi syarat untuk masuk dalam daftar tersebut. Daftar Pemain yang Menjuarai Liga Champions dan Piala Dunia dalam Satu Musim 1974 Sepp Maier (Bayern Munich & Jerman Barat) Paul Breitner (Bayern Munich & Jerman Barat) Hans-Georg Schwarzenbeck (Bayern Munich & Jerman Barat) Franz Beckenbauer (Bayern Munich & Jerman Barat) Gerd Müller (Bayern Munich & Jerman Barat) Uli Hoeness (Bayern Munich & Jerman Barat) 1998 Christian Karembeu (Real Madrid & Prancis) 2002 Roberto Carlos (Real Madrid & Brasil) 2018 Raphael Varane (Real Madrid & Prancis)
This article image is not available at the moment.
Luis Enrique Dipuji: Layak Mendapatkan Patung di PSG
Paris - Luis Enrique dianggap sebagai sosok kunci di balik keberhasilan PSG di Liga Champions baru-baru ini. Banyak yang berpendapat bahwa dia layak untuk mendapatkan sebuah patung di klub. Pelatih asal Spanyol ini mulai melatih Paris Saint-Germain pada tahun 2023. Dalam waktu tiga tahun, Enrique berhasil meraih 12 trofi, termasuk tiga gelar Ligue 1 dan Liga Champions secara berturut-turut. PSG pun menjadi tim pertama setelah Real Madrid yang berhasil menjadi juara Eropa dua kali berturut-turut. Saat ini, PSG harus menghadapi kenyataan bahwa kontrak Luis Enrique hanya tersisa hingga musim panas 2027. Dengan reputasi yang mengesankan, Enrique tentu akan menarik perhatian banyak klub di seluruh Eropa. Jerome Rothen, mantan pemain PSG, berharap Luis Enrique akan bertahan lama di dugout Parc des Princes. Menurutnya, Enrique adalah sosok yang paling berkontribusi terhadap kesuksesan PSG. "Sebagai pelatih, dia adalah orang yang paling berperan. Saya berharap Luis Enrique akan tetap di sini selama beberapa tahun ke depan," kata Rothen dalam sebuah siaran RMC Sport. "Saya melihat bagaimana dia menunjukkan cinta dan dedikasinya kepada klub ini, dan dia pantas mendapatkan patung sebagai penghormatan. Semua kontribusinya sangat luar biasa." "Sebagai warga Paris, dia menunjukkan kecintaannya terhadap PSG. Dia bukan orang yang datang hanya untuk mencari uang. Meskipun dia menghasilkan banyak uang, dia datang karena percaya pada proyek ini," tambah Rothen.
This article image is not available at the moment.
Riquelme Jika Menjadi Presiden Madrid: Rekrut Raul, Namun untuk Mourinho...
Jakarta - Enrique Riquelme, calon presiden Real Madrid, mengungkapkan rencananya untuk mengembalikan Raul Gonzalez sebagai direktur olahraga jika terpilih. Ia juga membahas kemungkinan penunjukan Jose Mourinho sebagai pelatih baru. Pernyataan ini disampaikan Riquelme dalam wawancara dengan radio lokal Cadena SER pada Senin (1/6/2026), yang dikutip oleh ESPN. Pengusaha berusia 37 tahun ini percaya bahwa sebagai seorang legenda, Raul pantas mendapatkan posisi dalam manajemen Madrid. "Seharusnya ada seorang legenda," ungkap Riquelme ketika ditanya tentang pilihan direktur olahraga. "Seseorang yang telah mengabdi di Real Madrid selama 16 tahun, mencetak lebih dari 300 gol, dan mewakili tim nasional lebih dari 100 kali... Saya rasa tidak ada yang lebih memahami Real Madrid. Dia adalah sosok yang tepat untuk memimpin proyek olahraga. Jika saya menjadi presiden Real Madrid, Raúl González Blanco akan menjadi direktur olahraga," tambahnya. Raul bermain untuk Madrid dari 1994 hingga 2010, mencetak 323 gol untuk El Real, hanya kalah dari Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo. Dalam hal jumlah penampilan, ia memegang rekor terbanyak dengan 741 pertandingan. Setelah pensiun, Raul sempat kembali ke Madrid sebagai pelatih tim Castilla dari 2019 hingga 2025 sebelum digantikan oleh Alvaro Arbeloa, yang kemudian dipromosikan ke tim utama. Saat ini, Madrid tidak memiliki direktur olahraga. Dalam pengambilan keputusan, Florentino Perez selaku presiden saat ini dibantu oleh direktur umum José Ángel Sánchez dan kepala pencari bakat Juni Calafat. Mengenai posisi pelatih, Mourinho dilaporkan telah setuju untuk kembali ke Madrid. Namun, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi, kemungkinan menunggu hasil pemilu pada 7 Juni mendatang, meskipun Perez masih dianggap sebagai favorit untuk menang. Riquelme mengakui bahwa Mourinho, yang pernah melatih Madrid dari 2010 hingga 2013, adalah pelatih yang hebat. Namun, ia merasakan ketidaknyamanan terhadap pelatih asal Portugal tersebut. "Masih ada beberapa hari lagi dalam masa kampanye, dan saya berencana untuk terus menyebutkan nama-nama setiap hari. Saya akan mengumumkan pelatih saya nanti," lanjut Riquelme. "Saya merasa ada beberapa momen di mana dia (Mourinho) tidak mencerminkan Real Madrid. Sebagai penggemar dan anggota Madrid, saya merasa tidak nyaman." Riquelme akan menantang Perez, yang telah terpilih sebagai pemenang dalam lima pemilihan terakhir. Saksikan Live DetikPagi:
This article image is not available at the moment.
Apakah Skuad Liverpool Saat Ini Mampu Mengadopsi Gaya Sepakbola Heavy Metal?
Jakarta - Kabar mengenai Andoni Iraola yang mungkin bergabung dengan Liverpool semakin menguat. Namun, ada satu pertanyaan yang muncul: apakah skuad yang ada saat ini dapat menerapkan gaya permainannya? Iraola kini menjadi kandidat utama untuk mengisi posisi manajer Liverpool yang kosong setelah klub memutuskan untuk berpisah dengan Arne Slot. Alasan mengapa nama Iraola menjadi favorit tidak tanpa sebab. Konsep permainannya dianggap sejalan dengan karakter Liverpool sebelum kedatangan Arne Slot. Gaya permainan Iraola yang mengedepankan **pressing** tinggi, intensitas, dan fokus pada vertikalitas dinilai mirip dengan filosofi **Juergen Klopp**. Ini menjadi salah satu alasan mengapa Liverpool memilih untuk berpisah dengan Slot, yang telah mengubah secara signifikan cara bermain tim di musim keduanya. Namun, Jamie Carragher, mantan pemain Liverpool, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa kembali ke gaya heavy metal ala Klopp akan menjadi tantangan besar. Ia merasa karakter beberapa pemain bintang saat ini tidak cocok, seperti Alexander Isak, Hugo Ekitike, dan Florian Wirtz. "Kekhawatiran saya ketika membahas Iraola adalah, kita mungkin kembali ke gaya tersebut. Tentu saja, seorang manajer memiliki gaya bermainnya sendiri, tetapi mereka telah merekrut pemain untuk gaya Arne Slot, yang tidak terlalu mirip dengan gaya **Juergen Klopp**, lebih mengutamakan kontrol," kata Carragher yang dikutip dari Liverpool Echo. "Sekarang, ketika kita mengatakan permainan mereka tidak bagus, itu memang benar. Permainan mereka lambat dan melelahkan, tetapi itu bukan karena manajernya defensif." "Dia memiliki banyak pemain menyerang di lapangan. Kekhawatiran saya saat ini adalah, Isak, Wirtz, dan Ekitike, saya tidak yakin mereka adalah tipe pemain yang cocok dengan gaya Iraola. Itu adalah kekhawatiran saya." "Ketika kita mengatakan permainan mereka lambat dan tidak ada pressing, itu karena kita memiliki Wirtz dan Mac Allister di sana. Isak tidak bisa melakukan pressing. Ekitike juga tidak terlalu bisa." "Jadi, Anda mendatangkan pemain-pemain berbakat ini, tetapi mereka tidak dapat memainkan gaya yang kita asosiasikan dengan Klopp. Kita melihat sedikit dari itu di musim pertamanya, dan Liverpool mengambil arah yang berbeda." Saksikan Live DetikPagi:
